Selasa, 26 Februari 2013

KAPASITOR, DASAR TEORI


Kapasitor atau Capacitor atau Condensator adalah sebuah komponen elektronik yang dapat menyimpan energi listrik selama satuan waktu tertentu.
Kapasitor dilambangkan dengan C. Besar atau nilai kemampuan Kapasitor untuk menyimpan energi  disebut Kapasitansi dari kapasitor dengan satuan Farad (F).

Pada dasarnya kapasitor terbuat dari dua buah keping pelat paralel yang di antara kedua pelat tersebut diberikan material dielektrik. Adapun material dielektrik adalah material yang dapat menyimpan muatan listrik. Konstruksi dasar dari kapasitor dapat dilihat pada gambar berikut


Berdasarkan gambar di atas maka besarnya nilai kapasitansi ditentukan berdasarkan luas permukaan dari pelat keping paralel, jarak antar pelat dan berdasarkan konstanta dielektrik dari material dielektrik. Adapun rumus untuk nilai kapasitansi adalah sebagai berikut :

C = Ԑo . A / d    

Dimana
C   = Kapasitansi dari Kapasitor dengan satuan Farad (F)
Ԑo  = Permitivitas udara =  8,85 x  10-12    F/m
A   = Luas permukaan pelat dengan satuan m2     
d    = jarak antar pelat dengan satuan meter (m)

Permitivitas adalah melambangkan rapatnya fluks elektrostatik dalam suatu bahan bila diberi potensial listrik.
Untuk material dielektrik lain memiliki nilai permitivitas yang berbeda dengan udara.

Berikut ini adalah tabel Permitivitas dielektrik dari beberapa jenis bahan/material
Material / Bahan

English
Indonesia
Konstanta (k)
Acrylic (Plexiglass)

2.7 - 4.5
Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)

2.87
Acetal resin (Delrin)

3.6
Air
Udara
1.000585
Alumina
Alumunium
9.3 - 11.5
Asbestos
Asbes
3.0 - 4.8
Bakelite

3.5-5.0
Beeswax

2.6- 3.0
Celluloid

3.3-11
Epoxy Resin (Cast )

 3.6
Formica

3.6 - 6
FR-4

4.3 - 5.0
Mica

5.4
Micarta

3.2 - 5.5
Neoprene 

6-9
Nylon

4.0 - 5.0
Paper (clean)
Kertas
3.0
Paraffin Wax

2.1-2.5
Phenol resin

4.9
Polyamide

2.5-2.6
Polycarbonate (Lexan®)

2.9-3.0
Polyester film (Mylar)

2.8 - 4.5
Polyethylene

2.27-2.5
Polypropylene

2.25
Polystyrene

2.4-2.6
Polyvinyl Chloride (PVC)
PVC
2.8-3.4
Porcelain
Porselin/keramik
5.1-6.0
Pyrex Glass
Kaca Pyrex
4.3 - 5.0
Quartz

4.2
Rubber Cement
Semen Karet
2.7-2.9
Silicon
Silikon
11.0 - 12
Silicone Oil
Minyak Silikon
2.2-2.9
Silicone Rubber
Karet Silikon
3.2-9.8
Silk
Sutra
2.5-3.5
Styrene (ABS)

2.8
Teflon (PTFE)

2.1
Teflon (glass weave)

2.2-2.8
Water (Distilled)
Air (Suling)
76.5 - 80
Wax
Lilin
2.4-6.5
Wood, Dry
Kayu Kering
2-6
Wood, Wet
Kayu Basah
10-30

Jika dielektrik yang digunakan bukan udara, maka rumus kapasitor menjadi

C = Ԑo . k . A / d    

Dimana k adalah konstanta permitas relatif bahan terhadap udara seperti pada tabel di atas.

Kadang-kadang untuk mendapatkan nilai kapasitansi tertentu jumlah pelat keping paralel bisa lebih dari 2 buah seperti pada gambar berikut :

Dengan demikian maka rumus kapasitor dengan jumlah keping paralel lebih dari dua buah menjadi

C = (n - 1 ) . Ԑo . k . A / d    

Dimana n adalah banyaknya jumlah pelat 

1 komentar:

  1. Dalam sebuah charger hp kita bisa menaikan atau memperbesar kapasitas si maka akan didapatkan pengisian hp lebih cepat.

    BalasHapus

ucx','_assdop');