Rabu, 17 April 2013

INDUKTOR BASIC


Induktor adalah sebuah komponen elektronik pasif yang dapat menyimpan energi energi medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Besarnya kemampuan menyimpan energi tergantung kepada besarnya induktansi dari induktor tersebut. Satuan untuk besarnya induktansi dari sebuah induktor dinyatakan dalam Henry. Simbol untuk induktor adalah L
Simbol Induktor

Induktor biasanya disusun dari sebuah penghantar yang dibentuk menjadi lilitan/kumparan. Besarnya medan magnet sebanding dengan arus listrik yang melalui penghantar. Jika kumparan tersebut dialiri listrik maka tiap lilitan akan saling menginduksi satu dengan yang lainnya. Medan listrik yang terbentuk akan segaris dan saling menguatkan. Komponen yang seperti inilah yang dikenal dengan induktor selenoid.

Jika jarak antar lilitan rapat atau berhimpit/bertumpukan maka biasanya kawat penghantar dilapisi lapisan email sebagai isolator agar arus listrik yang melalui penghantar tidak terhubung singkat antar lilitan. Untuk menghasilkan nilai induktansi yang lebih besar di tengah lilitan dapat ditempakan inti besi yang biasanya terbuat dari ferit (besi lunak).

Induktor selenoida dengan inti (core)
Besarnya induktansi dari sebuah induktor tegantung kepada panjang lilitan, luas penampang lilitan, jumlah lilitan dan permeabilitas inti dari lilitan. Permeabilitas (permeability) adalah kemampuan suatu benda untuk dilewati garis gaya magnet. Permeabilitas dinyatakan dengan simbul µ. Benda yang mudah dilewati garis gaya magnet disebut memiliki permeabilitas tinggi. Pemeabilitas udara dan ruang hampa dianggap sama dengan satu.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut


Maka rumus untuk indktor type di atas adalah :


L : induktansi dalam H (Henry)
m  : permeability inti (core)
mo  : permeability udara vakum
mo  = 4π x 10-7 H/m 
N : jumlah lilitan induktor
A : luas penampang induktor (m2)
l : panjang induktor (m)


Induktor Toroidal
Selain berbentuk batang silinder (selonoid) Induktor ada juga yang berbentuk toroidal. Induktor toroidal memiliki lilitan yang dipasang pada inti yang berbentuk cincin. Salah satu keuntungan induktor berbentuk toroid, dapat induktor dengan induktansi yang lebih besar dan dimensi yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan induktor berbentuk batang. Juga karena toroid umumnya menggunakan inti (core) yang melingkar, maka medan induksinya tertutup dan relatif tidak menginduksi komponen lain yang berdekatan di dalam satu pcb.
Gambar induktor toroidal
Rumus besarnya induktansi toroidal sama dengan rumus sebelumnya hanya saja panjang lilitan l adalah panjang keliling dari toroid sedangkan luas penampang adalah luas penampang melintang dari toroid.

Induktor Kawat lurus
Dalam frekuensi tinggi sebuah kawat lurus dapat juga berfungsi sebagai induktor, Adapun rumus untuk induktor type kawat adalah sebagai berikut :
L = induktansi
l = panjang kawat
d = diameter kawat



foto aneka induktor


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ucx','_assdop');